Jakarta
+62 852 8969 0885
admin@zaidprd.com

KORUPSI DIANGGAP HAL YANG BIASA

Bismillahirrahmanirrahim

KORUPSI DIANGGAP HAL YANG BIASA

KORUPSI DIANGGAP HAL YANG BIASA

Melihat permasalahan yang sedang dihadapi Indonesia sekarang ini sangat memperihatinkan. Masalah korupsi yang meraja lela yang dilakukan oleh manusia-manusia berperilaku seperti binatang nampaknya sudah meraja lela di ibu pertiwi tercinta ini. Jika dilihat pelakunya kebanyakan adalah pemimpin-pemimpin bangsa yang status kedudukanya suda tidak diragukan lagi, namun itu semua tidaklah berarti. Meskipun sudah disekolahkan tinggi-tingi bahkan sudah menjadi profesor dengan tujuan agar memiliki akhlak yang terpuji dan berguna bagi masyarakat banyak khususnya masayarakat indonesia. Namun ternyata makhluk yang memakai jas dan dasi yang panjang itu ternyata tidak jauh beda dengan binatang seperti tikus yang selalu mencuri keju, meskipun sudah tersimpan rapi. KORUPSI DIANGGAP HAL YANG BIASA Ada beberapa hal yang menyebabkan manusia atau pemimpin indonesia ini melakukan tindak pidana korupsi ialah :

  1. Masalah keluarga yang mendesak.
  2. Kekurangan harmonisasi di keluarga.
  3. Ingin cepat kaya.
  4. Tidak takut dosa.
  5. Ingin memiliki hak milik orang.
  6. Tidak mempunyai kepribadian yang baik.
  7. Tidak punya integritas.
  8. Dari kecil memang suka menipu orang lain.

Berdasarkan hal-hal di atas jika seseorang memilikinya maka kemungkinan besar akan mudah menipu orang lain. Itu lah makanya para pemimpin kita banyak yang melakukan korupsi. Jika saya berada di posisi pemimpin KPK maka hal yang akan saya lakukan ialah tentu kita harus melihat gaya-gaya dari pemimpin kita. Misalnya gaya kepemimpinan nabi muhammad saw. Jika ingin menghapus korupsi di Indonesia tidak lain hanyalah meniru gaya kepemimpinan rasul dan para sahabatnya. Setiap pemimpin itu harus mempunyai prinsip dan kepribadian hidup, jika setiap orang sudah punya kepribadian yang baik maka dia sudah bisa dijadikan seorang pemimpin. Prinsip dan keteladanan itu sesungguhnya terdapat pada diri Rasulullah saw. karena ia adalah pemimpin yang holistic, accepted, dan proven”. Holistic karena beliau adalah pemimpin yang mampu mengembangkan leadership dalam berbagai bidang termasuk di antaranya : self development, bisnis, dan entrepreneurship, kehidupan rumah tangga yang harmonis, tatanan masyarakat yang akur, sistem politik yang bermartabat, sistem pendidikan yang bermoral dan mencerahkan, sistem hukum yang berkeadilan, dan strategi pertahanan yang jitu serta memastikan keamanan dan perlindungan warga negara. Kepemimpinannya accepted karena diakui lebih dari 1,3 milyar manusia. Kepemimpinannya proven karena sudah terbukti sejak lebih dari 15 abad yang lalu hingga hari ini masih relevan diterapkan. Itulah prinsip kepemimpinan yang dilakukan oleh Rasulullah saw, yang pada intinya menitikberatkan pada unsur tindakan (action) dengan memberikan contoh dan keteladanan. Prinsip dan relevansi kepemimpinan dan manajemen Rasulullah saw. untuk terus diteladani oleh umat manusia, melintasi dimensi ruang dan waktu. Nilai-nilai dan teladan kepemimpinan dan manajemen yang beliau wariskan masih dapat digunakan dan ditiru oleh siapapun yang berpredikat sebagai pemimpin di level mana pun. Selanjutnya ialah kita harus punya integritas yang baik.

KORUPSI DIANGGAP
HAL YANG BIASA

Integritas menurut M.D.J. Al-Barry dan Sofyan Hadi A.T. dalam bukunya Kamus Ilmiah Kontemporer (2000) adalah keterpaduan, keutuhan. Yang dimaksud dengan pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang memiliki suatu keterpaduan atau keutuhan antara ucapan dengan perbuatan. Sebagai contoh misalnya, seorang pimpinan memerintahkan harus disiplin kepada bawahannya, maka dirinya harus memberikan contoh disiplin terlebih dahulu. Jadi jangan hanya ngomong saja atau dengan istilah NATO (No Action Talk Only), tapi harus dibuktikan dengan memberikan keteladanan sebagaimana sering dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. Kini timbullah pertanyaan, bagaimana para pemimpin di Indonesia terutama mereka yang lupa dan terlena dengan nafsu serakah untuk memperkaya diri sendiri. Sudahkah mereka memiliki prinsip dan integritas sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jawabannya, pasti belum. Indonesia kini merindukan suri tauladan leadership yang meyakini bahwa jabatan adalah tanggung jawab dunia akhirat dan bukan kemegahan serta peluang untuk menambah kekayaan semata dengan apa pun caranya. Untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda bangsa dan negara Indonesia, dan untuk memperoleh kejayaan dengan predikat negara yang “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur”, di bawah naungan ridlo dan maghfirah Allah Subbhanahu wata’ala, hendaknya kepemimpinan yang berprinsip dan berintegritas gaya Rasulullah saw. bisa dipedomani dan dijadikan rujukan untuk bertindak dalam mengambil keputusan. Dan hal penting lainnya adanya satu keterpaduan dan keutuhan antara ucapan dan tindakan harus seiring sejalan jangan sampai berseberangan atau bertolak belakang. Adapun kata-kata yang menggambarkan sifat kepribadian manusia yang positif yang menunjukkan integritas yaitu kejujuran, keadilan, ketegasan, kemandirian, kesantunan, keramahan, dan lain sebagainya. Jadi hal yang paling pertama kita atasi dulu ialah memperbaiki sikap dan akhlak kita dulu, jika ingin jadi pemimpin kita juga harus tau apa yang sebaiknya di lakaukan oleh seorang pemimpin itu sendiri. Trus saran saya jika kita adalah pemimpin yang akan memberantas korupsi di indonesia kita harus bercermin terlebih dahulu. Dan sangsi yang dapat di berikan kepada pelaku tindak pidana korupsi ialah harus di berikan sangsi yang seberat-beratnya seperti semua hartanya harus di tarik untuk negara. Sekian terimakasih semoga bermanfaat bagi negara indonesia tercinta.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

google.com, pub-7938664692257223, DIRECT, f08c47fec0942fa0